Sistem pada aplikasi Signal memungkinkan untuk dilakukannya verifikasi identitas pemilik ranmor dengan melakukan pencocokan wajah (face matching) pemilik kendaraan bermotor sesuai dengan data KTP elektronik di Kemendagri.
Sementara itu, Kepala Bapenda Jawa Barat Dedi Taufik mendukung kebijakan Polri yang membuat aplikasi tersebut. Dedi Taufik berharap adanya Signal bisa menjadi kunci dalam sinkronisasi data.
Dengan adanya aplikasi tersebut tidak serta merta menyingkirkan fungsi aplikasi yang hampir serupa yang sudah dibuat oleh pemerintah daerah. Menurut dia keberadaan aplikasi ini bisa memudahkan serta memberikan banyak pilihan kepada masyarakat.
“Objeknya tetap sama. Daerah juga punya inovasi, seperti kami ada Sambara. Signal juga sama, ini inovasi yang digagas oleh tim Pembina Samsat nasional,” kata dia.
“Jadi nanti masyarakat banyak pilihan, silakan aja Iya kan pilihan orang mau mau pakai yang mana yang penting mudah untuk memberikan layanan pajaknya,” lanjut Dedi Taufik.(*)






