“Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya yang direkomendasikan,” pungkasnya.
Sebelumnya, BPPTKG sudah memberikan pengumuman mengenai aktivitas Merapi dari tanggal 7 hingga 13 Juni 2024.
Hasil pengamatan menyimpulkan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif.
Disebutkan juga potensi bahaya yang akan terjadi meliputi, guguran lava dan awan panas pada sector selatan-barat daya.Di pengumuman yang sama, BPPTKG mengajak Pemerintah Kabupaten Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten melakukan upaya mitigasi dalam menghadapi ancaman bahaya erupsi Gunung Merapi yang terjadi.(*)






