Kini, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan forensik serta pencocokkan hasil tes DNA (deoxyribonucleic acid) dengan pihak keluarga. “Tim dari unit bakar forensik labfor akan memeriksa material yang dijadikan bahan kebakaran itu apa apakah minyak tanah, solar, atau bensin,” tuturnya.
Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Jawa Tengah Kombes Pol. Djuhandani Rahardjo Puro menyebut dugaan kuat korban pembunuhan.
“Karena di situ ada bekas-bekas bensin dan sebagainya yang diduga ini dilakukan bukan oleh korban sendiri,” ujarnya di lokasi yang
Walau demikian, Kombes Djuhandani mengatakan masih mendalami penyebab kematian korban tersebut dengan menunggu hasil pemeriksaan forensik. “Apakah saat kejadian korban masih hidup atau meninggal ini proses dalam satu dua hari ini akan diketahui,” tuturnya. (*)






