“Pemilihan ketua secara mufakat demi membangun preseden IKA PMII, serta membangun jati diri sebagai keluarga besar NU dan bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi musyawarah mufakat,” tambah Masyhuri.
Menurut Muqowam, pemilihan ketua umum dan sekjen secara aklamasi merupakan tradisi yang harus dijaga. “Karena IKA PMII bukan organisasi partai politik, tapi organisasi alumni pergerakan yang harus dijaga marwahnya,” ujarnya.
Sementara Hanif mengatakan, tantangan terbesar IKA PMII adalah iklim demokrasi yang terlalu liberal. “IKA PMII harus menjaga moral dan etika pergerakan dan terus mengawal demokrasi menjadi lebih baik,” ujarnya.
Ke depan, lanjutnya, IKA PMII akan fokus pada penguatan kompetensi intelektual dan profesional di berbagai bidang bagi alumni PMII.
(jpnn)



