NASIONAL

Muhlis Suhaeri-Mursalin Pimpin AMSI Kalbar 2025-2029, Optimis Hadapi Tantangan Digital

×

Muhlis Suhaeri-Mursalin Pimpin AMSI Kalbar 2025-2029, Optimis Hadapi Tantangan Digital

Sebarkan artikel ini
Muhlis Suhaeri-Mursalin Pimpin AMSI Kalbar 2025-2029
Muhlis Suhaeri-Mursalin Pimpin AMSI Kalbar 2025-2029

Sebelum rangkaian pemilihan dimulai, Konferensi diawali dengan Seminar Daerah bertajuk: Kolaborasi Membangun Media Massa yang Berkualitas dan Bisnis Berkelanjutan di Era Digital.

Bank bjb Tandamata

Seminar ini menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi, praktisi media, hingga pejabat pemerintah.

Diskusi hangat terjadi di antara peserta, membahas isu-isu aktual seputar transformasi media, regulasi digital, serta strategi monetisasi konten di platform online.

Terpilihnya Muhlis-Mursalin tentu saja membawa harapan besar bagi anggota AMSI Kalbar. Namun, di balik sorak-sorai dan tepuk tangan, ada realitas yang tak bisa diabaikan: industri media kini tengah berada di persimpangan jalan.

Di satu sisi, digitalisasi memberi peluang besar bagi media siber untuk berkembang. Platform online memungkinkan jangkauan yang lebih luas, interaksi langsung dengan audiens, serta fleksibilitas dalam penyajian informasi.

Di sisi lain, tantangan seperti hoaks, polarisasi opini, tekanan politik, hingga krisis pendanaan menjadi ancaman nyata yang sulit dihindari.

Muhlis dan Mursalin sadar betul akan hal ini. Dalam pidato pertamanya sebagai Ketua terpilih, Muhlis menegaskan bahwa prioritas utama mereka adalah memperkuat sinergi antar anggota AMSI Kalbar.

Ia ingin membangun jaringan media siber yang saling mendukung, bukan saling bersaing secara tidak sehat.

“Kami ingin AMSI Kalbar menjadi rumah bagi semua media siber di Kalimantan Barat. Tempat di mana kita bisa belajar bersama, berbagi pengalaman, dan menciptakan konten yang bermakna tanpa harus khawatir mati karena kurangnya dukungan,” ujarnya.

Selain itu, Muhlis juga menyoroti pentingnya pelatihan jurnalistik dan peningkatan kapasitas SDM. “Jurnalisme yang baik adalah jurnalisme yang beretika. Dan untuk itu, kita butuh pelatihan rutin, workshop, dan program magang yang serius.”

Di tengah situasi yang serius, Muhlis-Mursalin juga membawa angin segar bagi generasi milenial dan Gen-Z yang ingin terjun ke dunia jurnalistik.

Mereka sadar bahwa masa depan media ada di tangan anak-anak muda yang akrab dengan dunia digital. Oleh karena itu, salah satu agenda yang mulai digagas adalah pembentukan komunitas milenial AMSI Kalbar.Komunitas ini akan menjadi wadah bagi anak-anak muda untuk belajar menulis, membuat video dokumenter, hingga mengelola podcast dan media sosial.

“Anak muda adalah agen perubahan. Mereka punya ide-ide segar, cara pandang yang unik, dan keberanian untuk mencoba hal-hal baru. Kami ingin mereka menjadi bagian dari ecosistem media yang kita bangun,” kata Mursalin.

Pemilihan Muhlis-Mursalin di tengah arus disrupsi digital bukanlah kebetulan. Ini adalah momentum yang tepat untuk menegaskan bahwa media siber bukan hanya sekadar alat pemberitaan, tapi juga garda terdepan dalam pembentukan opini publik.

Mereka sadar bahwa tantangan ke depan akan makin kompleks. Regulasi digital yang masih kabur, dominasi platform asing, hingga minimnya literasi media di masyarakat menjadi PR besar yang harus diselesaikan secara kolektif.