Meski Awal Puasa Beda, Lebaran 1 Syawal 1443 H Diprediksi Bareng dengan Muhammadiyah, Simak Penjelasannya

Petugas falakiyah melakukan ru'yatul hilal
Petugas falakiyah melakukan ru'yatul hilal Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com

MABIMS bersepakat untuk mengubah kriteria tersebut menjadi ketinggian hilal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat. Menurutnya, dari berbagai pendapat pakar hisab rukyat, kemungkinan besar Idul Fitri akan seragam 2 Mei atau berbarengan dengan Muhammadiyah yang telah menetapkan sebelumnya.

Bacaan Lainnya

Akan tetapi masih ada potensi perbedaan Idul Fitri 3 Mei 2022. Potensi perbedaannya karena Indonesia berada pada batas kriteria imkan rukyat, secara astronomi diprakirakan hilal sangat sulit dirukyat.

Apalagi pada masa pancaroba saat ini, potensi mendung dan hujan mungkin terjadi di lokasi rukyat. Jadi ada potensi laporan rukyat menyatakan hilal tidak terlihat. Bila itu terjadi, pengamat rukyat mungkin akan mengusulkan di sidang isbat untuk melakukan istikmal, yaitu menggenapkan Ramadhan menjadi 30 hari.

Bila sidang isbat menerimanya, maka Idul Fitri mungkin juga 3 Mei 2022. “Ini yang kemungkinan ada diskusi dalam sidang isbat,” kata dia.

Sementara data kuat yang mendukung 1 Syawal jatuh pada 2 Mei, secara hisab posisi bulan pada saat maghrib 1 Mei 2022 di wilayah Sumatra bagian utara dekat dengan batas kriteria elongasi 6,4 derajat.

Posisi bulan saat maghrib di Sabang tingginya sudah 5 derajat lebih dan elongasinya sekitar 6,4 derajat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan