NASIONAL

Menyalurkan Hobi Street Photography ala Purwanto Rass

×

Menyalurkan Hobi Street Photography ala Purwanto Rass

Sebarkan artikel ini

fotografi semakin membuncah. Purwanto semakin sering mengikuti kopi darat komunitas fotonya. Namun, dia lama-lama merasa bosan dan ingin mencari tantangan baru. ”Waktu itu kebetulan punya banyak kenalan budayawan,” ucapnya.

Bapak tiga anak itu mendatangi beberapa tempat yang rutin mengadakan pergelaran seni. Misalnya, Balai Pemuda dan Gedung Cak Durasim di Surabaya. ”Hampir setiap bulan ada pementasan. Objeknya bagus, lighting-nya juga mendukung,” tutur warga Perumahan Citra Fajar Golf, Sidoarjo, itu.

Bank bjb Tandamata

Nah, ide-ide baru kembali muncul di benaknya seiring berjalannya waktu. Purwanto merasa ada yang kurang kalau tidak mengeksplorasi Kota Delta. Wilayah tempat tinggalnya. ”Jadi, tidak hanya ambil gambar. Idenya kalau bisa ada bedah buku juga sebagai pelengkap,” paparnya.

Niatnya membuat buku semakin kuat pada akhir 2015. Gara-garanya, hard disk berisi file foto miliknya mendadak rusak. ”Eman kalau hasil hunting selama ini tidak terdokumentasikan,” sebutnya. Purwanto kemudian mengambil foto-foto yang sudah diunggahnya di medsos, lalu mengumpulkannya. ”Muncul kebanggaan tersendiri kalau ada visual nyatanya seperti buku,” tuturnya. Buku pertamanya itu membahas street photography.

Setelah memutuskan berwiraswasta, dia menjadi sopir taksi online. Di sela-sela kesibukannya itulah dia menyalurkanhobi fotografinya. ”Ketika menunggu penumpang, pas terjebak macet panjang, langsung jepret,” ujarnya.Rutinitas itu dijalani sekitar lima bulan. Dia merasa kurang cocok menjadi sopir taksi online. ”Tapi, saya dapat oleh-oleh selama menjadi sopir taksi online,” katanya.

Dia membukukan foto karyanya. Buku berjudul Spion tersebut dijual ke pasaran. ”Beberapa kali foto hasil hunting ketika jadi sopir taksi online juga diikutkan lomba dan menang,” paparnya.

 

(*/c6/ai)