Menko Airlangga Punya Kabar Baik untuk Pelaku Perfilman di Indonesia

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menerima para insan perfilman dan industri kreatif di Kemenko Perekonomian, Jumat (19/3/2021)

RADARSUKABUMI.com – Ini bisa jadi kabar gembira bagi masyarakat yang sudah kangen bisa menonton film di bioskop sekaligus para pelaku industri perfilman. Pasalnya, Airlangga Hartarto menyatakan bioskop bisa kembali dibuka dengan menerapkan protokol kesehatan.

Hal itu disampaikan Airlangga dalam audiensi bersama para pelaku industri kreatif, di Kemenko Perekonomian, akhir pekan lalu. Airlangga mengatakan, sudah menyampaikan usulan dari para pelaku industri kreatif kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Bacaan Lainnya

“Bapak Presiden secara langsung telah memberi arahan kepada saya, khusus untuk industri perfilman, pekerja film dan pekerja budaya. Maka dari itu kehadiran ini sangat penting,” tuturnya.

Airlangga juga memastikan bioskop yang menjadi hilir industri perfilman, sudah bisa dibuka dengan menerapkan protokol kesehatan. Hanya saja, antusiasme masyarakat memang masih belum bisa kembali pulih sepenuhnya seperti dulu.

“Saya berharap bioskop-bioskop bisa lebih gencar lagi menggaungkan bahwa nonton di bioskop akan tetap aman dengan memperhatikan protokol kesehatan,” ujarnya.

Ia meyakini, jika stigma itu bisa sampai ke publik, mereka akan kembali berani nonton di bioskop.

“Penuhi persyaratan itu, nanti akan kita dorong,” tambah Airlangga.

Dari audiensi itu, Airlangga berharap bisa mendapat data konkret terkait industri perfilman dan industri kreatif di tengah pandemi.

“Sehingga bisa mendukung Pemerintah dalam mengambil keputusan, khususnya kebijakan mendukung pemulihan di sektor perfilman,” tandasnya.

Hadir dalam audiensi tersebut, insan perfilman di antaranya, Triawan Munaf, Mira Lesmana, Dian Sastro, Wicky Olindo, Joko Anwar, Dewinta Hutagaol, Sunil Samtani, Chand Parwez dan Angga Dwimas Sasongko.

Juga beberapa asosiasi yang terkait dengan industri perfilman yang hadir secara daring (online) yang mewakili stakeholder dalam industri perfilman.

Pada kesempatan tersebut, para insan perfilman yang hadir menyampaikan bahwa 90 persen pemasukan industri perfilman berasal dari bioskop yang merupakan hilir dari industri ini.

Mereka menerangkan bahwa pemutaran film melalui digital platform atau streaming belum bisa memenuhi kebutuhan produksi film. Ramainya bioskop memiliki efek sampai ke pekerja film sehingga kampanye menonton film di bioskop perlu digaungkan. Selain itu, mereka pun menyampaikan usulan stimulus pengalokasian dana pemulihan ekonomi nasional demi mendukung industri perfilman Indonesia.

(PS/izo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.