NASIONAL

Menkes Budi Gunadi Sebut 13 Persen Populasi Indonesia Alami Penyakit Gula

×

Menkes Budi Gunadi Sebut 13 Persen Populasi Indonesia Alami Penyakit Gula

Sebarkan artikel ini
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (tengah), Dubes Uni Emirat Arab Abdulla Salem Obaid Salem Al Dhaheri (kiri) dan Penjabat (Pj) Gubernur Jabar Bey Triadi Machmudin (kanan), memberikan keterangan di Gedung Sate Bandung, Jumat (2/8/2024). (ANTARA/Ricky Prayoga)
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (tengah), Dubes Uni Emirat Arab Abdulla Salem Obaid Salem Al Dhaheri (kiri) dan Penjabat (Pj) Gubernur Jabar Bey Triadi Machmudin (kanan), memberikan keterangan di Gedung Sate Bandung, Jumat (2/8/2024). (ANTARA/Ricky Prayoga)

Menurut Bey, dengan ditandatanganinya Peraturan Pemerintah 28 Tahun 2024 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan oleh Presiden Joko Widodo, Kementerian Kesehatan bisa segera menindaklanjuti dengan langkah menerapkan penandaan khusus pada makanan dan minuman terkait kandungan gula, garam, lemak (GLG).

Bank bjb Tandamata

“Kami harap segera memberikan penandaan kepada kemasan minuman makanan terkait GLG, sehingga masyarakat tak khawatir dan ada kepastian berapa gula yang baik, garam yang baik. Jadi tinggal diberikan tanda misalnya hijau berarti aman, itu kan masyarakat lebih mudah lagi dan akan aman serta bagus untuk anak-anak,” ujarnya.

Sebelumnya, Rumah Sakit Umum Pusat Hasan Sadikin (RSHS) Bandung Jawa Barat memastikan tidak ada lonjakan jumlah pasien anak yang memerlukan pengobatan cuci darah atau hemodilalisis di rumah sakit tersebut.

Staf Divisi Nefrologi RSHS Bandung dr Ahmedz Widiasta di Bandung Kamis mengatakan, saat ini terdapat sekitar 20 anak menjalani cuci darah secara rutin setiap bulannya di Poliklinik Hemodialisis RSHS Bandung.

Dia menyatakan bahwa hingga saat ini jumlah pasien anak yang menjalani hemodialisis di RSHS stabil dan tidak menunjukkan peningkatan signifikan. Bahkan beberapa pasien anak telah mendapatkan rujukan untuk mendapatkan pengobatan ke rumah sakit di daerahnya masing-masing.(*)