Muslimat merawat yang sakit dan mengurus masyarakat yang tidak mampu. Muslimat temanggung terlibat diseluruh satgas Stunting yang ada di pelosok daerah dan pelosok desa desa. “Kami yakin Muslimat akan terus menjadi tempat berkumpulnya ibu ibu yang santun menyejukkan dan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Ketua PC Muslimat Temanggung Hj. Suad Jauharoh menyampaikan, bahwa usia yang 77 bukanlah usia yang muda bagi muslimat. Maka, muslimat harus bertransformasi untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital.
Menurutnya, kecerdasan intelektual saja belumlah cukup harus ditambah dengan kecerdasan emosional serta kecerdasan spiritual sehingga bisa mendapatkan kecerdasan digital. Maka, putra putri muslimat harus dibimbing arif menggunakan digital.
“Tidak mungkin peradaban diciptakan bersama kecerdasan digital jika tidak ada peran dari Muslimat atau para orang tua yang mendampingi. Usia ke 77 Muslimat NU harus bisa mengembangkan diri sesuatu perkrmbangan zaman. Terima kasih atas seluruh dedikasi Muslimat yang terus bersinergi dengan Nahdlatul Ulama (NU),” tutupnya.
Harlah Muslimat NU di Kab. Temanggung Jawa Tengah terasa istimewa karena terdapat Majelis Dzikir dan Sholawat yang dipimpin langsung oleh Habib Anis Bin Idrus Syahab yang diikuti seluruh ranting Muslimat dari Kabupaten hingga pelosok desa. (*)




