NASIONAL

Ketika “Musim” Bun Upas Turun di Dataran Tinggi Dieng,, Petani Kentang Pasrah, Produsen Carica Panen Berkah

×

Ketika “Musim” Bun Upas Turun di Dataran Tinggi Dieng,, Petani Kentang Pasrah, Produsen Carica Panen Berkah

Sebarkan artikel ini

Namun, menurut Kepala Balai Tanaman Sayur Kementerian Pertanian (Kementan) Catur Hermanto, tidak ada hubungan antara hasil panen musim berikutnya dan bun upas yang turun.

Kalau toh ada peningkatan jumlah panenan, kata dia, sangat mungkin penyebabnya bukan bun upas. Melainkan, embun tersebut turun bersamaan dengan udara dingin yang bisa mematikan patogen penyebab penyakit tanaman kentang.

Bank bjb Tandamata

“Berkurangnya inokulum patogen akan berpengaruh pada kesehatan tanaman di musim berikutnya,” terangnya ketika dihubungi Jawa Pos kemarin. “Karena lebih sehat, hasil taninya lebih baik,” imbuhnya.

Petani kentang lainnya, Mujiono, punya keyakinan yang sama dengan Sri. Dia percaya bun upas akan melipatgandakan hasil panen kentang miliknya musim depan. “Kebun saya sekali panen 2 kuintal. Nanti bisa 4 kuintal,” ucap pria berumur 60 tahun itu.

Bagi petani kentang di Dataran Tinggi Dieng, bun upas sebenarnya hal biasa dan sudah sering mereka alami. Hanya, baru-baru ini, turunnya bun upas itu ramai dibicarakan lantaran foto dan potongan videonya menyebar ke mana-mana lewat jagat maya.

Banyak orang yang kaget lantaran embun di tanaman berubah menjadi es dan menyerupai salju di Dataran Tinggi Dieng. “Memang (bun upas) bisa digundukkan seperti salju. Tapi, itu biasa,” ucap Mujiono.