Namun, di balik kalimat resmi itu, ada wajah-wajah yang menunggu dengan sabar. Seorang ibu muda duduk sambil menenangkan anaknya yang gelisah. Seorang jamaah haji mandiri terlihat menatap tiketnya dengan pasrah. Di sudut lain, seorang mahasiswa yang hendak melanjutkan studi ke Doha sibuk menghubungi keluarganya.
Feature ini bukan sekadar tentang penerbangan yang tertunda. Ia adalah tentang manusia—tentang bagaimana penumpang menghadapi ketidakpastian, bagaimana bandara berusaha menjaga ketertiban, dan bagaimana langit yang tertutup di Timur Tengah memengaruhi langkah kecil di Tangerang.(**)




