Kemenkes Nyatakan Kasus Gagal Ginjal Akut pada Anak Menurun

Dirjen Farmalkes Kementerian
Dirjen Farmalkes Kementerian Kesehatan, Lucia Rizka Andalusia saat memberikan keterangan pers di Tangerang, Banten, Kamis (3/11/2022). (Azmi Samsul Maarif/Antara)

JAKARTA — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan bahwa tren kasus gangguan ginjal akut progresif atipikal (GGAPA) pada anak di Indonesia kini telah mengalami penurunan cukup signifikan.

“Pada beberapa pekan ini, hampir kasusnya itu tidak ada, saya setiap pagi mengecek ke RSCM atau Rumah Sakit Persahabatan. Mungkin ada satu sampai dua kasus, tapi itu pun menjalani terapi,” kata Dirjen Kemarmasian dan Alat Kesehatan (Farmalkes) Kemenkes, Lucia Rizka Andalusia, di Tangerang, Provinsi Banten, Kamis (3/11).

Menurutnya, saat ini kasus gangguan ginjal akut atipikal sudah jauh menurun dan hampir tidak ada temuan kasus baru. Bahkan, kondisi layanan medis di RSCM Jakarta hanya tersisa pasien-pasien yang menjalani terapi atau proses penyembuhan.

Selain itu, kata dia, pada perawatan dan pengobatan pasien anak yang mengalami gangguan ginjal akut di tanah air masih menerima obatan Fomepizole. “Fomepizole masih dilakukan pada anak-anak yang sedang di rawat. Untuk mengadakan lagi, kita lihat nanti kebutuhan-nya,” katanya.

Ia menambahkan sejauh ini jika ketersediaan obat farmasi untuk pengobatan anak penderita gagal ginjal itu masih mencukupi sebanyak 246. “Sekarang kita punya 246, ada donasi dan yang kita beli. Masih cukup kebutuhannya, tapi nanti kita stop untuk emergency,” kata Lucia Rizka Andalusia .

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *