Ia mengorbankan bagian-bagian bodi dan frame asli dari mobil Eropa tersebut. Mobil yang baru jadi Maret lalu ini pun, mendapatkan penghargaan best retro klasik, kategori mobil retro dan ekstrim modifikasi kategori bebas, dalam ajang modifikasi di Perumahan Graha Padma belum lama ini.
“Bagi saya yang penting berkarya, serta terus berinovasi. Urusan bisa juara atau tidak, itu menyusul,” ucapnya.
Selain itu, mobil Hot Rod miliknya juga menyabet gelar The Best King dalam berbagai ajang modifikasi yang digelar di Balai Kota Semarang, Pekalongan, Wonosobo dan beberapa kota lainnya.
Karena selalu menjadi juara, banyak orang yang kepincut untuk membeli mobil yang biaya modifikasinya menghabiskan dana sebesar Rp 200 juta tersebut. Ada yang nawar, tapi nggak saya lepas, karena saya suka dan menganggap karya tersebut masterpiece yang pernah saya buat,” katanya
.(sm/mim/den/bas/JPR)



