Ini Pengakuan Kopda Andreas yang membuat Kolonel Priyanto Terpojok

Peristiwa tabrak lari di Jalan Raya Nagreg, Kabupaten Bandung, yang diduga dilakukan oknum TNI

JOGJAKARTA – Kolonel Priyanto makin terpojok usai Kopda Andreas Dwi Atmoko (DA) mengungkap peran pewira menengah itu dalam kasus tabrak lari sejoli di Nagreg. Dalam pengakuannya, Kopda Andreas Dwi Atmoko menyampaikan, dirinya sempat menyarankan kepada Kolonel Priyanto membawa kedua korban ke Puskesmas atau Rumah Sakit terdekat di Nagreg.

“Akan tetapi Kolonel Inf Priyanto menolak dan mengambil alih kemudi mobil,” ungkap Kopda Andreas Dwi Atmoko dalam pernyataannya, Minggu (26/12/2021).

Bacaan Lainnya

Ketiganya kemudian memilih melanjutkan perjalanan sampai tiba di Sungai Serayu, Kabupaten Cilacap sekitar pukul 21.00 WIB. “Kolonel Priyanto memerintahkan untuk membuang kedua korban ke dalam Sungai Serayu dari atas jembatan,” bebernya.

Dari dalam mobil, jenazah sejoli didorong Kopda Ahmad Sholeh. Sementara dirinya bersama Kolonel Priyanto turun dari mobil. Jenazah sejoli itupun kemudian diseret Kopda Andreas Dwi Atmoko dan Kolonel Priyanto.

Usai membuang jenazah sejoli itu, mereka lantas melanjutkan perjalanan menuju Kalasan, Jogjakarta. “Di dalam perjalanan Kolonel Inf Priyanto mengatakan bahwa kejadian tersebut jangan diceritakan kepada siapapun, agar dirahasiakan,” bebernya.

Ketiganya sampai ke kediaman Kolonel Priyanto pada 9 Desember sekitar 03.00 WIB. Sedangkan Kopda Andreas Dwi Atmoko bersama Koptu Ahmad Sholeh pulang ke rumah masing-masing.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *