Mendapat serangan mendadak seperti itu, Uyun kaget dan langsung tak sadarkan diri. Ia baru siuman setelah mendapat perawatan di ruang UGD Puskesmas Pameungpeuk.
Masih menurut korban, kelima orang tidak dikenal itu datang dengan membawa senjata tajam berupa pisau, samurai, dan sabit.
Beruntung, kasus pengeroyokan itu tidak membuat tubuh Uyun terluka sedikit pun. Menurut warga, selama ini Uyun memang dikenal memiliki ilmu kekebalan tubuh.
Kejadian penganiayaan sendiri pertama kali diketahui oleh rekan korban, H. Agus.
Awalnya, kata H. Agus, ia merasa heran, mengapa tidak seperti biasanya sudah jam empat pagi Uyan tidak membangunkan warga. H. Agus juga merasa curiga, sebab lampu di dalam masjid tidak menyala.
“Ah, barang kali Kang Uyan ketiduran. Tapi ketika lampu senter saya nyalakan, saya lihat korban dalam keadaan terlentang dalam kondisi tangan terikat dan mulut disumbat. Setelah lampu listrik saya nyalakan, benar juga, korban sudah tidak berdaya, dengan keadaan kopiah dan baju robek. Tapi, alhamdulilah anggota badanya tidak apa-apa,itu berkat pertolongan Alloh,” terang Agus.



