Erni sendiri memilih untuk tetap berada di dalam kamar. Tanpa sepengetahuan Musakir, Erni sudah bersiap di balik pintu menunggu Musakir masuk.
Korban yang sama sekali tak menduga, langsung ditikam oleh Erni dengan sebuah pisau berukuran 10 sentimeter.
Tikaman itu langsung menghujam mengenai perut kanan dan membuat Musakir seketika roboh.
Mengetahui suaminya bersimbah darah dan tak berdaya, Erni lantas membawa Musakir ke BLUD Djafar Harun Kolut bersama petugas jaga dan langsung dirujuk ke RS Benyamin Galuh Kolaka.
Setelah menjalani perawatan intensif, Musakir akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Rabu (18/10) sore harinya.
“Korban hanya memiliki satu luka tusukan sedalam 1,4 sentimeter yang mengenai hatinya hingga mengeluarkan darah sebanyak 700 cc,” jelas Bambang.
Saat ini, lanjut Bambang, tersangka dalam keadaan normal dan bisa menjawab semua pertanyaan penyidik dengan baik.



