NASIONAL

Demo Mahasiswa Depan Istana Ricuh, 3 Polisi dan 1 Mahasiswa Luka, 9 Diamankan

×

Demo Mahasiswa Depan Istana Ricuh, 3 Polisi dan 1 Mahasiswa Luka, 9 Diamankan

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Aksi demo mahasiswa BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) di depan Istana Merdeka terpaksa dibubarkan paksa polisi karena sudah melebihi batas waktu yang sudah ditentukan.

Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis menyatakan, dari pembubaran paksa tersebut, tiga personil polisi dan seorang mahasiswa terluka.

Bank bjb Tandamata

Hal itu disampaikan Idham kepada wartawan di Lapangan Silang Monas, Sabtu (21/10) dini hari wib.

“Ada tiga orang (polisi), saya baru cek tadi. Mahasiswa ada juga satu yang terluka,” ujarnya.

Idham menyebut, ketiga personil itu terluka diduga akibat terkena lemparan batu dari massa aksi dan sudah dibawa ke klinik Polda Metro Jaya.

“Ada sebagian adik-adik mahasiswa yang melempat batu kepada petugas,” jelasnya.

Akibat kericuhan tersebut, lanjutnya, sembilan orang dari massa aksi diamankan.

“Diamankan sembilan orang, sudah dibawa ke Polda,” sambung Idham.

Idham menyatakan, sembilan orang tersebut diduga melakukan perusakan barang perlengkapan Polri dan dan fasilitas umum.

“Kemungkinan nanti kita akan kenakan Pasal 406 dan 170,” sebutnya.

Idham menuturkan, sebelumnya pihaknya telah melakukan pendekatan persuasif dan mediasi sejak pukul 18.00 wib. Namun, mereka tetap bertahan sampai lebih dari pukul 23.00 wib.

Bahkan, lanjutnya, massa aksi mewacankan untuk bermalam di lokasi.

“Akhirnya kami mengambil langkah karena masyarakat merasa terganggu, lalu kita jalankan lagi setelah sebelumnya dialihkan sejak siang,” jelas Idham.

Seperti diketahui, polisi terpaksa membubarkan aksi mahasiswa tersebut karena sudah melewati batas waktu yang ditentukan.

Meski begitu, polisi membiarkan aksi tersebut sampai dengan Jumat (20/10) malam karena dianggap aman dan tertib.

Namun, menjelang tengah malam, polisi membubarkan paksa dengan membuka blokade kawat berduri di Jalan Merdeka Barat sehingga massa aksi terpaksa menyingkir.

Sekitar pukul 23.50 wib, massa aksi akhirnya membubarkan diri setelah sebelumnya terlibat kericuhan.

Untuk diketahui, aksi itu sendiri dilakukan untuk mengkritik tiga tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang diniai gagal.

(ruh/pojoksatu)