Hasil Survei LSI, Publik Tak Setuju Pembelian BBM Bersubsidi Pakai Aplikasi MyPertamina

Warga menunjukkan aplikasi MyPertamina saat mengisi pertalite
REKAM HISTORI: Warga menunjukkan aplikasi MyPertamina saat mengisi pertalite di salah satu SPBU di kawasan Kuningan, Jakarta, kemarin (28/6). (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)

JAKARTA — Hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) menyatakan, mayoritas publik tidak setuju pembelian bakan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite dan Solar menggunakan aplikasi MyPertamina. Sebanyak 73,2 persen publik tak setuju dengan kebijakan tersebut.

“Terkait penggunaan aplikasi Mypertamina untuk pembelian Pertalite dan Solar. Kebanyakan sekitar 73,2 persen itu menyatakan tidak setuju dengan aplikasi MyPertamina,” kata Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan dalam siaran daring, Minggu (4/9).

Bacaan Lainnya

Menurut Djayadi, hanya 21,3 persen masyarakat setuju dengan penggunaan aplikasi MyPertamina. Sementara itu, terkait penggunaan aplikasi PeduliLindungi untuk pembelian minyak goreng curah, lanjut Djayadi, mayoritas publik juga tak menginginkannya.

“Mayoritas masyarakat lebih dari 77 persen menyatakan tidak setuju dengan aplikasi PeduliLindungi,” ucap Djayadi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.