Di sisi lain, kata dia, mengklaim hanya mereka saja yang layak dianggap sebagai Inohong atau tokoh Sunda. Di mata Bezie, sikap seperti itu justru akan memicu eskalasi ketidakpuasan dan menimbulkan perpecahan di kalangan orang Sunda.
Bezie curiga, Ridwan Kamil dan tokoh tokoh yang hadir di Paguyuban Pasundan hanya corong para oligarki dan didorong oleh kepentingan politik sesaat tanpa peduli dengan kesejahteraan orang Sunda dalam jangka panjang. “Jangan-jangan hanya jadi corong oligarki dan partai politik saja,” pungkasnya.






