Arief pun menyampaikan bahwa Tito menggarisbawahi tiga masalah di institusi Polri. Yakni reserse, SDM, dan lalu lintas. Menurut dia, Tito sudah cukup puas dengan penyelesaian masalah SDM. Selanjutnya, dia kembali mendapat kepercayaan untuk menyelesaikan masalah yang belum sempat diselesaikan di Bareskrim. ”Meningkatkan apa yang sudah dicapai Pak Ari Dono,” tutur dia.
Mantan kapolda Kalimantan Barat (Kalbar) itu pun menyampaikan, hal-hal yang sementara ini disoroti dari Bareskrim selain profesionalitas adalah kinerja, moralitas, juga SDM. Namun demikian, Arief kembali menyebutkan bahwa saat ini dirinya belum bisa menjelaskan langkah apa saja yang akan dilakukan. Yang pasti, dia berjanji memberikan yang terbaik untuk masyarakat. ”Iya (janji),” tegasnya.
Bareskrim sebagai ujung tombak penegakan hukum di institusi Polri, sambung Arief, memastikan akan bekerja sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku. ”Dan penegak hukum harus berdiri di tengah, tidak berpihak ke mana-mana,” imbuhnya. ”Saya di SDM saja bisa transparan dalam bidang rekrutmen, dalam bidang seleksi. Apalagi di Bareskrim yang langsung bersentuhan dengan masalah-masalah keadilan,” lanjut Arief.
Sebagai pengganti dirinya, sambung Arief, kapolri bisa memilih siapa pun. Termasuk lima kepala biro yang sudah dia persiapkan. Berdasar informasi yanga dia terima, Arief menyebutkan bahwa Kepala Biro Pembinaan Karir Staf SDM Polri Brigjen Polisi Eko Endra Heri yang bakal menduduki posisi asisten SDM kapolri. ”Memang kami sudah melakukan kaderisasi. Sehingga setiap saat saya dimutasikan sudah ada calon penggantinya,” ucap dia.
(syn)




