“Karena dia ingin ikut memengaruhi kebijakan yang menguntungkan juga bagi perempuan,” ucapnya kepada Jawa Pos kemarin (30/6). Senada dengan Emy, Khofifah menyebut bahwa para pemilih sekarang kian rasional. Mereka sangat melek terhadap program para kandidat.
Untuk itu, begitu resmi menjabat kelak, salah satu yang cukup mendesak dilakukan ialah pemberdayaan perempuan. “Dan perlu dicatat, di sektor ekonomi, Jatim sangat terkenal dengan kopwan (koperasi wanita, Red)-nya. Ini yang harus dikembangkan agar makin luas,” tuturnya.
Khofifah sangat mengimpikan kopwan jadi role model. Kaum perempuan di Jatim bisa ikut terlibat dalam koperasi itu. “Keberadaan kopwan bisa mengurangi praktik rentenir. Kasihan masyarakat miskin jika terkena rente. Bukannya mendapat solusi, tapi darahnya makin terisap,” katanya.
Selain itu, problem yang perlu segera dicarikan solusi di Jatim adalah soal tingginya angka kematian ibu (AKI). Karena itu, dia telah menyiapkan program pemeriksaan ibu hamil minimal 4-5 kali selama masa kehamilan.
Di Jember, Bupati Faida juga melakukan berbagai terobosan program ramah perempuan dan anak. Misalnya, bupati yang juga dokter tersebut mulai merencanakan bursa kerja khusus perempuan dan difabel.
Faida mengakui, setiap tahun selalu ada job fair di Kabupaten Jember. Namun, selama itu pula, belum pernah ada yang spesifik terkait potensi dan peluang kerja untuk perempuan. “Padahal, perempuan memiliki potensi dan peluang yang istimewa,” katanya kepada Jawa Pos Radar Jember.





