Misalnya, alumnus Asrama Putri Ponpes Darul Ulum Jombang tersebut berangan-angan kelak di kantor-kantor ada ruang untuk anak. Dengan demikian, para pekerja atau karyawan yang bekerja bisa sambil merawat buah hati mereka.
“Tentang gizi anak di Bojonegoro juga menjadi perhatian saya,” ujar mantan anggota DPR yang berpasangan dengan Budi Irawanto tersebut kepada Jawa Radar Bojonegoro.
Itukah yang membuat mereka mendapat simpati rakyat? Yang pasti, Haryanti dan Anna adalah bagian dari sepuluh pemimpin perempuan di seantero Jatim. Lima di antaranya merupakan hasil pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 27 Juni lalu.
Termasuk di dalamnya Gubernur terpilih Khofifah Indar Parawansa. Lima figur tersebut memang belum resmi disahkan sebagai pemenang. Tapi, mereka unggul dalam berbagai quick count dan real count hingga tadi malam WIB.
Jika hasil resmi KPU kelak sama dengan berbagai hasil quick count dan real count itu, tokoh perempuan memenangi setidaknya 25 persen dari 19 pilkada yang berlangsung di Jatim. Terdiri atas 1 gubernur, 1 wali kota, dan 3 bupati. Dari tiga bupati itu, salah satunya merupakan petahana, yakni Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari.
Selain Khofifah dan Tantri (sapaan Puput Tantriana Sari), tiga tokoh perempuan lain yang saat ini unggul dalam quick count maupun real count pilkada di Jatim adalah Ika Puspitasari dalam pilwali Mojokerto, Mundjidah Wahab di pilbup Jombang, dan Anna Muawanah (pilbup Bojonegoro).





