Saat itulah, kata Cuplis, dia menyuruh anaknya RH (12) untuk membeli bensin namun anaknya menolak. Sehingga dirinya sendiri membeli bensin tersebut. “Setelah dia selesai salat Magrib, saya panggil ke luar rumah dan langsung menyiramkan bensin ke depan rumah sambil memercikan ke arahnya,” ucapnya.
“Saya langsung siramkan bensin ke tubuhnya, saya juga kena percikan bensin dan terbakar juga di dada serta tangan,” bebernya.
Setelah kejadian itu, sambung Cuplis, dia melarikan diri dan sembunyi di daerah Gelumbang, sambil menyembuhkan luka bakar di tubuhnya. “Setelah agak baikan, tadi saya mau pulang ke Palembang, tapi di jalan saya ditangkap polisi,” pungkasnya. (palpos)






