Pertanyaannya sekarang adalah untuk apa Menkeu SMI membandingkannya dengan cara yang kurang elok bahkan cenderung misleading.
“Jawab temanku, mungkin untuk menghibur presiden dan dirinya sendiri yang sedang galau dengan keadaan keuangan negara (fiskal) yang sedang megap-megap, khususnya beban utang yang terus membengkak sementara pendapatan negara stagnan,” sindirnya.
Lebih lanjut, Fuad Bawazier meminta Sri Mulyani lebih fokus dalam pembenahan ekonomi tanah air ketimbang membuat klaim-klaim yang seolah menyenangkan. “Gap ini adalah urusan yang amat serius dan berbahaya bagi ekonomi Indonesia. Jadi lebih baik bekerja daripada “bernyanyi”,” tandasnya.






