JAKARTA — Fenomena Bulan Biru, yang secara harfiah berarti “Super Blue Moon“, akan kembali terjadi pada tahun 2023. Menurut NASA (Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional Amerika Serikat), Blue Moon akan terjadi pada Rabu malam, tanggal 30 Agustus 2023 pukul 21.36 waktu AS bagian timur.
Meskipun dinamai “Bulan Biru”, fenomena ini sama sekali tidak berkaitan dengan warna Bulan yang sebenarnya. Blue Moon sebenarnya menandai fenomena adanya bulan purnama ke-13 dalam jangka waktu satu tahun. Biasanya, bulan purnama terjadi sebanyak 12 kali dalam setahun, sesuai dengan jumlah bulan yang ada dalam kalender.
Akan tetapi dikarenakan perhitungan astronomis, terdapat peluang munculnya bulan purnama ke-13. Untuk mengetahui jam berapa Blue Moon akan terjadi di Indonesia, fenomena Blue Moon ini terjadi pada akhir bulan Agustus.
Tanggal pastinya akan bergantung pada wilayah lokasi Anda berada. Di Indonesia, fenomena Bulan Biru ini jatuh pada tanggal 31 Agustus. Bagi masyarakat Indonesia yang berada di zona Waktu Indonesia Barat, kalian dapat Blue Moon dapat dilihat sekitar pukul 18.06 WIB.
Kalau kalian ingin melihat fenomena ini segera cari tempat yang gelap dan terhindar dari polusi cahaya. Jika Anda ingin melihat permukaan bulan dengan lebih detail, disarankan untuk menggunakan alat bantu seperti teleskop atau binokular.
Jadi, bagi Anda yang tertarik dengan fenomena langka ini, jangan lupa untuk menyiapkan diri dan mencari waktu yang tepat untuk menyaksikan Blue Moon pada akhir Agustus 2023.
Terlebih lagi, pastikan Anda berada di tempat yang gelap dan bebas dari polusi cahaya agar bisa melihatnya dengan lebih jelas. Gunakan juga alat bantu seperti teleskop atau binokular untuk melihat permukaan bulan dengan lebih detail.
Diketahui, Blue moon adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan fenomena langka ketika ada dua kali bulan purnama dalam satu bulan kalender. Bulan purnama biasanya terjadi sekali setiap 29,5 hari, jadi biasanya hanya ada satu bulan purnama dalam satu bulan kalender.
Namun, karena panjang bulan kalender sekitar 30 atau 31 hari, terkadang bisa terjadi bahwa bulan purnama muncul dua kali dalam satu bulan. Ini adalah apa yang disebut “blue moon”.
Istilah “blue moon” sebenarnya tidak berhubungan dengan warna bulan.
Bulan purnama biasanya tidak berwarna biru; istilah ini lebih mengacu pada ketidakterdugaan atau kejutan, karena bulan purnama muncul lebih sering dari yang diharapkan.
Blue moon dapat terjadi dalam dua situasi:
– Blue Moon yang paling umum terjadi ketika ada dua kali bulan purnama dalam satu bulan kalender. Biasanya, bulan ini terjadi setiap 2-3 tahun sekali.
– Blue Moon juga bisa mengacu pada bulan purnama ekstra yang muncul dalam satu musim tertentu. Setiap musim biasanya terdiri dari tiga bulan purnama, tetapi kadang-kadang ada empat bulan purnama dalam satu musim. Bulan purnama tambahan ini juga bisa disebut “blue moon”.
Fenomena ini memiliki beberapa arti budaya dan sejarah di berbagai budaya, tetapi konsep dasarnya adalah tentang kejadian bulan purnama yang jarang terjadi lebih sering dari yang diharapkan. Selamat menyaksikan fenomena langit yang menakjubkan ini!




