Duh, Rupiah Mulai Melemah, Bank Dunia Bilang Ini ke Pemerintah

Dolar
Ilustrasi: Dolar. -Pixabay/@Alexsander-777-disway.id

JAKARTA — Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis sore ditutup melemah dipicu rilis data inflasi Amerika Serikat Juni yang melampaui ekspektasi pasar.

Rupiah ditutup melemah 28 poin atau 0,19 persen ke posisi Rp 15.020 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 14.992 per dolar AS. Aanalis DCFX Futures Lukman Leong mengatakan US dolar sangat kuat setelah data menunjukkan kenaikan besar pada inflasi.

Bacaan Lainnya

“Ini yang menambah kekhawatiran akan resesi global dengan imbal hasil obligasi US 2 tahun naik lebih tinggi dibandingkan yang 10 tahun (inverted yield curve). Hal ini menyebabkan aset dan mata uang beresiko tertekan,” kata Lukman Leong, Kamis 14 Juli 2022.

Indeks harga konsumen (IHK) AS pada Juni 2022 meningkat 9,1 persen (yoy), melebihi estimasi pasar 8,8 persen dan merupakan kenaikan terbesar sejak 1981. Rilis inflasi Juni yang melebihi estimasi tersebut memberi peluang bank sentral menaikkan suku bunga acuan 75 basis poin selama pertemuan bulan ini.

Dari dalam negeri, lanjut Lukman, meningkatnya jumlah kasus positif Covid-19 juga menekan rupiah. Mengutip laman covid19.go.id, terdapat penambahan 3.822 kasus baru pada Rabu 13 Juli 2022 kemarin. “Sedangkan BI diperkirakan akan menaikkan suku bunga pada pertemuan minggu depan yang akan bisa menekan pertumbuhan ekonomi,” terang Lukman.

BI memutuskan masih mempertahankan BI7DRR sebesar 3,5 persen, meski beberapa bank sentral negara lain telah melakukan penyesuaian suku bunga. Suku bunga 3,5 persen itu telah bertahan selama 15 bulan atau sejak Maret 2021.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp 14.999 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp 14.993 per dolar AS hingga Rp 15.038 per dolar AS.Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Kamis melemah ke posisi Rp14.999 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.985 per dolar AS.

Terpisah, delegasi Bank Dunia menyatakan bahwa Indonesia menjadi negara yang mampu menjaga stabilitas perekonomian dengan level angka pertumbuhan sekitar 5 persen. Hal itu disampaikan saat Presiden Joko Widodo menerima delegasi Bank Dunia di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis. Presiden Joko Widodo didampingi oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dalam kegiatan tersebut.

Delegasi yang hadir yakni Axel van Trotsenburg selaku Managing Director of Operations, Manuela V. Ferro selaku Regional Vice President East Asia and Pacific, serta Satu Kahkonen selaku Country Director Indonesia and Timor-Leste.

“Mudah-mudahan bisa mencapai di atas 5 persen pada tahun ini dan kita sudah buktikan pada setidak-tidaknya semester pertama ini mungkin mendekati di atas 5,1 persen,” kata Suharso dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis 14 Juli 2022.

Suharso menjelaskan bahwa di antara negara-negara yang sedang menghadapi situasi serba sulit, Bank Dunia memberikan penilaian positif atas perkembangan ekonomi Indonesia saat ini.

Pos terkait