“Kalau tidak bersikap UKM kita bisa hancur, berat kita untuk melangkah. Padahal kami tidak melakukan pelanggaran ataupun masalah yangs serius. Kami berharap adanya komitmen serius dari PT Tirta Ivestama dengan nasib karyawan kami, “tegasnya.
Saat ditanya apakah akan pindah ke perusahaan lain, pihaknya mengaku belum mengetahui langkah apa yang ada dilakukan, yang jelas saat ini dirinya meminta para karyawan untuk tetap fokus bekerja seperti biasanya aja. Namun, dirinya juga mempelajari ada persaingan usaha yang tidak sehat dilakukan distribor lain dengan maksud mengecilkan usahanya.
“Kalau dugaan kami ada distributor lain yang akan maju, tapi jangan begini caranya melakukan diskriminasi terhadap UKM yang sudah bekerja sama puluhan tahun, yang tadinya tidak terkenal menjadi terkenal. Sebagai mitra pihaknya selama ini merasa mendapat perlakuan yang tidak adil dan tidak fair. Terlebih setelah kehadiran perusahaan lain yang juga berposisi sebagai distributor di wilayah DIY, tegasnya.
Lebih lanjut dirinya mengatakan, masalah ini muncul ketika distributor baru yang muncul belakangan, justru mendapatkan ruang yang leluasa untuk menjual produk. Distributor baru ini mendapat izin mengembangan hingga 6 depo. Jauh lebih banyak ketimbang izin yang diberikan kepada CV Sumber Tirta yang hanya 1 depo.
“Kami selama ini masih menerima saja meskipun jelas ini menyulitkan kami. Kami tidak ingin ribut karena khawatir justru akan tidak produktif kalau ribut. Nyatanya, meski area penjualan kami semakin terbatas, penjualan kami selalu melampaui target koq. Agustus lalu misalnya, kami mampu menjual 156 ribu galon dari target 138 ribu galon. Padahal, toko-toko langganan kami sering diancam tidak akan dipasok Aqua karton dan lain sebagainya, kalau yang kemasan galon masih mengambil ke kami,” kata Arif menerangkan.(*)






