KAI berpesan kepada pelanggan untuk tetap menerapakan protokol kesehatan dengan segera memakai masker kembali setelah selesai makan dan minum. KAI konsisten menegakkan protokol kesehatan sesuai aturan dari pemerintah untuk menjadikan perjalanan mudik dan balik menggunakan kereta api yang selamat, nyaman, dan sehat. “Dengan adanya program Takjil Gratis ini diharapkan semakin banyak masyarakat yang menggunakan kereta api sebagai moda transportasi pilihan di masa Angkutan Lebaran ini,” jelasnya.
KAI mencatat pada keberangkatan H-9 Lebaran atau Sabtu (23/4), sebanyak 73.574 pelanggan menggunakan kereta api ke berbagai daerah pada masa mudik dengan okupansi mencapai 63% dari 116.521 tempat duduk yang disediakan. Adapun kumulatif pemudik yang menggunakan kereta api pada H-10 dan H-9 atau 22 dan 23 April yaitu sebanyak 140.715 pelanggan, dengan okupansi mencapai 60%.
Secara umum sampai dengan 24 April, untuk periode keberangkatan 22 April s.d 13 Mei, KAI telah menjual 1.444.135 tiket atau 56% dari total kapasitas tempat duduk KA jarak jauh yang disediakan. Tanggal yang menjadi favorit masyarakat untuk mudik adalah keberangkatan 29 dan 30 April, atau H-3 dan H-2 Lebaran.
“KAI mengajak masyarakat untuk dapat segera mudik menggunakan kereta api untuk mengurangi kepadatan menjelang hari lebaran. Hal tersebut juga sesuai anjuran Presiden RI Joko Widodo yang meminta masyarakat untuk mudik lebih awal dan menggunakan angkutan kereta api,” tutup Joni.






