JAKARTA — Pemerintah menghilangkan angka kematian dari indikator data penanganan Covid-19. Dalihnya, ada kesalahan input data dalam beberapa pekan terakhir. Keputusan ini justru akan membuat penanganan pandemi makin suram. Sebab angka kematian adalah satu data penting dalam menakar sejauh mana kebijakan penanganan pandemi Covid-19 berjalan.
“Kalau memakai logika pemerintah salah input data, khawatirnya semua indikator punya peluang dihilangkan. Misalnya angka positive rate, BOR dan angka testing yang menjadi standar WHO. Alasan input data tidak masuk akal karena kebijakan kita di semua lini kerap bermasalah,” kata anggota Komisi IX DPR RI, Kurniasih Mufidayati dalam keterangannya, Kamis (12/8).
Mufida mengingatkan, penanganan pandemi Covid-19 tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Pemerintah harus menggandeng semua pihak termasuk menerima masukan dari para ahli guna merumuskan kebijakan.






