CCTV Tidak Ada, Nama Baik Joshua Tergantung Putri, Pelecehan atau Perselingkuhan

Brigadir Joshua menyetrika pakaian
Brigadir Joshua menyetrika pakaian anak-anak Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo di rumah Magelang(ist)

JAKARTA — Penyidik tak menemukan CCTV di rumah Ferdy Sambo di Magelang. Kejadian pelecehan atau perselingkuhan di Magelang tergantung kejujuran Putri Candrawathi. Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi mengaku mengalami kekerasan seksual yang dilakukan Brigadir Joshua di Magelang. Namun tak ada CCTV di rumah Magelang untuk melihat itu.

Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi memastikan penyidik tidak menemukan CCTV di rumah Ferdy Sambo di Magelang. “Tidak ada CCTV di rumah Magelang,” kata Andi Rian dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu (3/9).

Bacaan Lainnya

Pengacara Putri Candrawathi, Arman Hanis mengatakan pihaknya akan membuktikan di pengadilan bahwa kliennya tidak berbohong terkait dugaan pelecehan oleh Brigadir Joshua di Magelang ini.

Pengakuan Istri Polisi Selingkuh Hingga Cari Pelarian, Ditendang Berkali-kali, Tangan Diborgol Mirip Tahanan. “Nanti di pengadilan semua akan kami buktikan,” ucap Arman.

Namun, salah satu rekomendasi hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Komnas HAM terkait kasus pembunuhan Brigadir Joshua, disebutkan adanya dugaan kuat terjadi peristiwa kekerasan seksual yang dilakukan Brigadir Joshua kepada Putri Candrawathi di Magelang pada 7 Juli 2022.

Menanggapi rekomendasi Komnas HAM tersebut, Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto mengatakan bahwa Polri akan mendalaminya. “Rekomendasi Komnas HAM dan Komnas PA akan ditindaklanjuti sebagaimana arahan Irwasum selaku Ketua Timsus dan apa pun hasil pendalaman akan didasari fakta dan alat bukti yang ada,” kata Agus, Kamis (1/9).

Putri Candrawathi ditetapkan sebagai tersangka kelima dalam kasus pembunuhan berencanan Brigadir Joshua. Dia bersama suaminya, Ferdy Sambo, Bharada Richard Eliezer, Bripka Ricky Rizal dan Kaut Ma’ruf disangkakan dengan Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP ancaman maksimal hukuman mati, atau pidana penjara seumur hidup atau selama-lamanya 20 tahun.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.