“Ini akibat kebijakan pemerintah dan jumlah penduduk miskin yang kemarin naik di September 2020 ke 27,55 persen, kemudian pada Maret 2021 turun ke level 27,54 persen,” kata Menko Airlangga.
Oleh karenanya ia berkomitmen akan terus menggenjot reformasi struktural guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan mengatasi pengangguran.
BACA JUGA : Menko Airlangga : Sentra Vaksinasi Harus Disiplin Terapkan Prokes
BACA JUGA : Airlangga Hartarto Silaturahmi Keluarga Keraton Kasunanan Solo
Pada Agustus 2020 angka pengangguran sempat naik menjadi 9,7 persen karena COVID-19, yang kemudian menurun pada Februari 2021 menjadi 8,75 persen.
Dengan demikian, Menko Airlangga menilai hal tersebut merupakan cerminan bahwa kebijakan pemerintah direspons secara baik, sehingga angka pengangguran akibat COVID-19, angka bukan angkatan kerja, dan angka pekerja dengan jam kerja lebih pendek, akan terus diperbaiki ke depannya.






