Sementara itu, kelangkaan BBM juga menjadi momok yang menghantui warga Tapanuli Selatan. Sejak Minggu (30/11) warga tak kunjung menemukan bahan bakar minyak untuk kendaraanya.
Padahal bahan bakar tersebut sangat diperlukan untuk mobilisasi dan antar jemput anak-anak bersekolah. Di mana, rata-rata jarak sekolah ke rumah warga jauh.
Hal itu dirasakan Warga Perkebunan Aekpahu Batang Toru, Superlin. Ia mengaku sudah dua hari ini tidak mendapatkan BBM.
“Saya sudah mengantre dari Senin malam, tapi belum dapat juga. Padahal nunggu hingga berjam-jam. Katanya hari ini (Selasa, 2/12) ada kabar BBM datang, tapi saya tunggu enggak ada,” keluhnya.
Menurut dia, BBM sangat dibutuhkan untuk mobilisasi pekerjaan yang mengharuskan menggunakan kendaraan. Selain itu, untuk antar jemput anak sekolah. “Kalau seperti ini, anak enggak mau sekolah, karena jarak rumah kami jauh lantaran di perkebunan,” imbuh dia. (why)




