Menteri Sosial juga menjelaskan bahwa penarikan diri semacam itu tidak hanya terjadi di lapangan, tetapi juga banyak tercatat melalui aplikasi resmi Kemensos. Terkait pemicu utama pengunduran diri, yaitu penempelan stiker penerima bansos, Gus Ipul mengakui bahwa langkah tersebut merupakan inisiatif lokal.
Namun, ia menilai tindakan ini tetap memiliki sisi positif yang signifikan dalam jangka panjang. Menurut Gus Ipul, stiker tersebut secara tidak langsung mendorong validasi data secara mandiri oleh masyarakat.
Dampak positifnya terlihat dari semakin banyaknya KPM yang secara sadar memilih untuk melepaskan haknya. “Ada sebagian yang kemudian mengundurkan diri. Itu kami hormati dan kami apresiasi,” lanjutnya.(***)




