JAKARTA — Beberapa waktu belakangan, media diramaikan kabar mengenai banyaknya warga yang mundur sebagai penerima bantuan sosial (bansos). Fenomena ini terjadi setelah rumah mereka ditempeli stiker yang mengidentifikasi mereka sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bansos atau “keluarga miskin”.
Keputusan untuk mundur dari daftar penerima tercatat di berbagai daerah, termasuk Bengkulu, Jawa Tengah, dan yang terbaru di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Penempelan stiker yang merupakan inisiatif lokal ini tampaknya memicu kesadaran serta reaksi dari para penerima manfaat.
Menanggapi fenomena pengunduran diri massal tersebut, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) memberikan pandangan positif. Gus Ipul menilai bahwa meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melepaskan diri dari daftar penerima bansos karena merasa sudah mandiri atau mampu merupakan perkembangan yang baik.
Ia melihat hal ini sebagai indikasi membaiknya kondisi ekonomi sebagian masyarakat serta tumbuhnya empati sosial. Gus Ipul sangat mendukung tindakan tersebut dan berharap dana yang dialokasikan dapat diberikan kepada pihak yang lebih membutuhkan.
“Sekarang ini sudah banyak masyarakat yang mulai menolak bansos. Mereka merasa sudah cukup, dan kami harapkan ini dialokasikan kepada saudara lain yang lebih membutuhkan,” ujar Menteri Sosial, dilansir dari kemensos.go.id.




