JAKARTA – Berbicara soal kesehatan, tak lengkap jika tak menyinggung peran Sumber Daya Manusia (SDM) tenaga kesehatan. Termasuk di dalamnya adalah tenaga perawat. Tagline Health for All jadi momentum Hari Kesehatan Sedunia dan ini sejalan dengan tema Hari Keperawatan Internasional pada Mei nanti bahwa kesehatan adalah Hak Asasi Manusia.
Tenaga perawat memiliki komitmen untuk ikut mewujudkan hal tersebut dan masyarakat diharapkan bisa mendapatkan akses layanan kesehatan yang berkualitas.
“Saat ini masih banyak orang belum mendapatkan akses layanan kesehatan yang berkualitas. Sebenarnya keperawatan punya komitmen pelayanan agar masyarakat bisa mengakses layanan kesehatan,” tegas Dekan Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) Agus Setiawan kepada JawaPos.com, baru-baru ini.
Perawat adalah tenaga kesehatan dengan jumlah terbesar yang mempunyai peran penting agar masyarakat menerima pelayanan berkualitas.
“Lalu dari sisi layanan kesehatan, masyarakat punya hak menerima pelayanan berkualitas. Kami dari FIK punya concern menghasilkan tenaga kesehatan yang bisa berikan layanan berkualitas kepada masyarakat,” paparnya.
Permasalahan utama yang dihadapi dunia perawat adalah ketimpangan jumlah tenaga dengan peta persebaran perawat yang belum merata. Bayangkan saja, data Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, mencatat sata ini 18 tenaga perawat melayani 100 ribu penduduk.



