Dia menjelaskan rencana huntara yang bakal dibangun berjumlah 1.200 unit. ’’Jenisnya adalah barak,’’ tutur dia. Di mana setiap unit huntara yang berwujud barak tersebut, dihuni oleh 12 kepala keluarga (KK). Di setiap unit huntara itu juga bakal dibuat layanan bersama. Diantaranya adalah dapur bersama.
Agus menuturkan pembangunan 1.200 barak huntara itu hampir mendekati jumlah pengungsi akibat bencana yang rumahnya rusak. Jika dirata-rata setiap KK terdiri dari empat orang, maka seluruh huntara itu mampu menampung sekitar 57 ribu jiwa.
Dia menegaskan bahwa pembangunan huntara tidak perlu menunggu verifikasi berapa rumah unit yang rusak akibat bencana. Verifikasi rumah rusak itu dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Sementara itu Agus mengatakan anggaran pembangunan huntara tidak di Kemensos. ’’(Tugas, Red) di Kemensos pokoknya tidak boleh ada orang (korban bencana, Red) yang lapar,’’ pungkasnya.
(tau/wan/jun)



