“Jadi kita harus hati-hati juga. Tapi ya dalam keadaan begini ya kita juga berterima kasih dengan adanya tawaran itu. Nanti tawaran itu kita pertimbangkan berapa sebenarnya kebutuhan kita,” ungkap JK.
Tawaran dari Bank Dunia dan Bank Pembangunan Asia itu masing-masing sekitar USD 1 Miliar atau setara Rp 15 triliun. Sedangkan bantuan atau hibah yang telah diberikan Bank Dunia USD 5 juta dan Bank Pembangunan Asia sebesar USD 3 juta.
Namun, dana tersebut belum mencukupi untuk tahap rekonstruksi. Menurut JK, bantuan pinjaman jangka panjang sekitar 30 tahun itu dinilai lebih bagus daripada hanya mengandalkan dari APBN. “Tapi kita tidak boleh berlebihan,” kata dia.
Menteri Sosial Agus Gumiwang mengatakan penanganan korban bencana alam di Palu dan sekitarnya berbeda dengan di Lombok. Untuk korban bencana gempa di Lombok, langsung dibuatkan hunian tetap (huntap). Tetapi untuk korban bencana gempa dan tsunami di Palu dan sekitarnya, dibuatkan hunian sementara (huntara) terlebih dahulu.
’’Di Lombok karena banyak rumah yang masih bisa mereka masuk (tinggali, Red),’’ katanya di komplek GBK kemarin (16/10). Selain itu penyaluran uang untuk program pembangunan huntap di Lombok juga lebih mudah dilakukan.
Sebaliknya untuk di Palu, Agus mengatakan rumah-rumah korban bencana sudah rata dengan tanah. Selain itu perlu waktu lama jika menunggu program pembangunan huntap. Untuk itu solusinya adalah dibangunkan huntara terlebih dahulu.



