Warga Cikole Sukabumi Keluhkan Proyek Pedestrian, Susah Air Pipa PDAM Diduga Rusak Terkena Alat Berat

Pedestrian-Kota-Sukabumi
Pengerjaan Pembagunan Pedestrian menggunakan alat berat yang diduga menyebabkan rusaknya pipa saluran Air dari PDAM, Minggu (11/6).

CIKOLE – Puluhan warga Kelurahan Cikole, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, tepatnya di Gang Oyo dan Gang Haji Tholib mengeluh dampak pembangunan Pedestrian di Jalan Siliwangi. Di mana, akibat proyek tersebut, warga kesulitan air selama dua hari terakhir ini. Diduga, pipa saluran air yang mengalir ke pemukiman warga rusak akibat alat berat pada pengerjaan proyek itu.

Salah seorang warga RW 03 Kelurahan Cikole, Kota Sukabumi Budi Hilman (49) mengatakan, pihaknya merasa kecewa dengan adanya pembangunan tersebut, karena masyarakat terkena dampaknya dan juga dirugikan. Sebab, sudah dua hari, air tidak mengalir ke pemukiman warga. Apalagi mayoritas warga menggunakannya air dari PDAM.

Bacaan Lainnya

“Saya sebagai warga miris dan menyayangkan, pembangunan yang begitu besar, namun tidak ada sosialiasi kepada warga dan koordinasi kepada PDAM yang nantinya, dari pihak PDAM mensosilasikan kewarga disini,” tegas dia kepada Radar Sukabumi, Minggu (11/6).

Budi menduga, kerusakan pipa PDAM ini akibat penggalian yang menggunakan alat berat tidak hati-hati, sehingga merusak pipa air PDAM. Menurut dia, air ini merupakan kebutuhan pokok yang paling penting bagi kehidupan warga.

“Kami tidak memprsoalkan terkait adanya pembangunan itu, tetapi jangan sampai ada dampak yang buruk kepada warga. Dengan adanya kejadian ini kami benar-benar kecewa, karena air itu nomor satu dan menjadi kebutuhan utama. Saya minta kepada dinas terkait atau kontraktor jangan diam saja harus bertanggung jawab,” pinta dia.

Lanjut Budi, untuk sementara waktu ini, warga yang tidak memiliki air, terpaksa minta kepada tetangga yang mengguan air sumur. “Kita berhapa kepada pemerintah, untuk secepatnnya memperbaiki saluran air tersebut, mau lewat PDAM ataupun PUTR silahkan yang penting cepat diperbaiki. Kemudian kepdepannya untuk hal-hal semacam ini, lebih bagus melibatkan masyrakat dengan cara melakukan sosialisasi,” imbuh dia.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Radar Sukabumi melalui pesan Whatsapp Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Sukabumi, Sony Hermanto belum memberikan keterangan hingga berita ini diterbitkan. (Iki/t)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *