Walikota Sukabumi Doakan Korban Terseret Sungai di Citamiang

walikota sukabumi
KHUSU: Walikota Sukabumi Achmad Fahmi bersama Kepala Dinas Sosial Punjul Saeful Hayat, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, dan unsur terkait lainnya saat bertakziah ke rumah duka keluarga yang meninggal dunia karena hanyut tenggelam di aliran sungai di RT 06 RW 02 Kelurahan Citamiang, Kecamatan Citamiang, Minggu (17/7). FT: IST

SUKABUMI— Walikota Sukabumi Achmad Fahmi mengunjungi rumah duka keluarga yang meninggal dunia karena hanyut tenggelam di aliran sungai di RT 06 RW 02 Kelurahan Citamiang, Kecamatan Citamiang, Minggu (17/7).

Kedatangan orang nomor satu di Kota Sukabumi itu untuk menyampaikan duka cita yang mendalam dan mendoakan almarhum serta memberikan bantuan kepada keluarga korban. Seperti diketahui, seorang kakek Omay Komarudin (68) dan anak kecil yang merupakan cicitnya Fadlan (4 tahun) meninggal dunia karena hanyut terbawa aliran sekitaran sungai Pancoran Tujuh RT 06 RW 02 Kelurahan Citamiang, Kecamatan Citamiang, Kamis (14/7) lalu.

Bacaan Lainnya

” Saya turut berduka cita dan mendoakan almarhum diberikan tempat yang terbaik dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” ujar Walikota Sukabumi Achmad Fahmi.

Pada kesempatan itu walikota didampingi Kepala Dinas Sosial Punjul Saeful Hayat, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, dan unsur terkait lainnya. Walikota juga turut memberikan dorongan moril dan menyampaikan bantuan kepada keluarga korban. Terakhir wali kota ikut mendoakan untuk almarhum kakek dan cicitnya.

Diberitakan sebelumnya, peristiwa memilukan itu terjadi ketika Fadlan (4) warga Gang Sumberjaya RT6/2, Kelurahan/Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi sedang bermain di pinggiran Sungai Citamiang. Padahal, saat itu kondisi aliran sungai sedang deras akibat hujan yang terus mengguyur wilayah Sukabumi.

Naas baginya, tiba-tiba bocah itu terpeleset hingga jatuh ke sungai. Sontak, hal itu membuat Omay (68) yang merupakan kakek Fadlan langsung menceburkan diri untuk menolong korban. Tapi karena arus sungai terlalu kuat, keduanya pun hanyut terbara arus.
Salah seorang warga setempat, Ridwan (60) mengungkapkan, saat kejadian hujan tengah mengguyur sehingga kondisi air Sungai Citamiang meluap hingga ketinggian beberapa meter. “Airnya sangat deras. Kakenya saat itu hendak menolong Fadlan. Tetapi, malah keduanya terbawa hanyut,” ungkap Ridwan kepada Radar Sukabumi, Kamis (14/7).

Setelah mengetahui kejadian tersebut, lanjut Ridwan, warga setempat langsung menghubungi pihak kepolisian dan langsung melakukan pencarian. “Ya, karena keduanya sudah terbawa arus, sehingga warga langsung melaporkan kepada petugas yang berwajib,” aku Ridwan.
Sementara itu, Kapolsek Citamiang, AKP Arif Saptaraharja menjelaskan, setelah mendapatkan informasi, petugas langsung mendatangi lokasi kejadian. “Kami menerima laporan sekira pukul 14.30 WIB dan langsung koordinasi dengan BPBD serta instansi terkait lainnya untuk melakukan pencarian korban,” bebernya.

Arif menambahkan, petugas pertama kali berhasil menemukan Omay di bendungan air satu dan Parlan di bendungan air dua di Kelurahan Sindangsari, Kecamatan Lembursitu. “Kedua korban berhasil ditemukan sejauh empat kilometer dari lokasi kejadian. Saat ditemukan, ke dua korban sudah meninggal dunia dan langsung di bawa ke RSUD R Syamsudin SH,” pungkasnya. (why/bam/*)

walikota sukabumi
KHUSU: Walikota Sukabumi Achmad Fahmi bersama Kepala Dinas Sosial Punjul Saeful Hayat, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, dan unsur terkait lainnya saat bertakziah ke rumah duka keluarga yang meninggal dunia karena hanyut tenggelam di aliran sungai di RT 06 RW 02 Kelurahan Citamiang, Kecamatan Citamiang, Minggu (17/7). FT: IST

Pos terkait