“BKGS berdiri sejak 25 Mei 1976 dan awalnya terdiri dari tujuh gereja di wilayah Sukabumi. Para pendahulu telah mewariskan nilai-nilai kerukunan yang harus kita jaga. BKGS berkomitmen menjaga semangat persatuan, serta mendukung penuh upaya pemerintah dalam menciptakan Kota Sukabumi yang damai dan dikenal luas,” jelasnya.
Di tempat sama, Koordinator Komunitas Gusdurian Sukabumi Raya, Herlan Heryadie menilai semangat menjaga keberagaman dan toleransi di Kota Sukabumi harus diwujudkan dalam aksi-aksi nyata, baik oleh pemerintah, para tokoh agama lintas iman, serta masyarakat pada umumnya.
“Pemerintah harus hadir manakala terjadi persoalan-persoalan yang berkaitan dengan kerukunan umat beragama. Apalagi Kota Sukabumi sudah beberapa kali meraih penghargaan sebagai kota toleran tapi mentok di 10 besar. Bisa didorong jadi 3 besar, namun kembali lagi pada political will dari kepala daerahnya dalam mendorong regulasi, baik berupa Perwal atau Perda,” singkatnya. (bam/d)






