GUNUNGPUYUH – Untuk memperkuat peran dan kontribusi Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dalam membangun keluarga yang sejahtera, harmonis dan berdaya, Tim Penggerak PKK Kota Sukabumi menyelenggarakan PKK Bina Wilayah ke seluruh kecamatan, terhitung dari tanggal 8 – 17 November 2023.
Di hari pertamanya, kegiatan yang langsung dipimpin Penjabat Ketua TP PKK Kota Sukabumi, Diana Rahesti itu, mengunjungi dan memberikan arahan kepada para kader PKK Kecamatan Gunungpuyuh. Dalam kesempatannya, istri dari Penjabat Wali Kota Sukabumi, Kusmana Hartadji itu mengapresiasi kerja keras para kader dalam mendukung program-program pembangunan keluarga di tingkat kecamatan dan kelurahan.
“PKK bukan hanya sekadar organisasi, tetapi merupakan rumah besar bagi ibu-ibu dan keluarga, tempat di mana kita saling berbagi pengetahuan, keterampilan, dan kebaikan untuk meningkatkan kualitas hidup kita bersama,” ujar Diana.
Ia juga mengajak untuk terus menggali potensi kreatif dan inovatif yang dimiliki oleh para kader di kecamatan. “Para kader PKK harus mampu menciptakan program-program yang mendukung kesejahteraan keluarga, pendidikan anak, dan kesehatan masyarakat. Semuanya ditujukan untuk mewujudkan Kota Sukabumi bahagia lahir dan batin,” tambah dia.
Menurut Diana, ada tiga hal penting dalam pembinaan wilayah PKK di kecamatan, pertama, peningkatan pemahahan tentang pentingnya pola asuh yang baik. Hal ini sebagai upaya untuk membentuk generasi yang tangguh dan memiliki karakter.
Kedua, para kader diajak untuk fokus pada pendidikan kesehatan untuk mewujudkan penurunan angka prevalensi tengkes ke angka 14 persen. Ketiga, pentingnya pendidikan formal maupun nonformal untuk anak-anak di Kota Sukabumi.
“Melalui kegiatan pembinaan ini, mari kita fokus pada penguatan peran perempuan dalam memajukan keluarga dan masyarakat. Dengan pengetahuan dan keterampilan yang kita peroleh hari ini, kita dapat menjadi agen perubahan yang positif dalam masyarakat kita,” terang dia.
Ditambahkan Diana, PKK merupakan motor penggerak perubahan positif di lingkungan. Dengan semangat gotong-royong dan kepedulian, tujuan dalam membangun keluarga yang kuat, cerdas, dan sejahtera akan tercapai. “Mari bersama-sama kita ciptakan keluarga yang kuat, cerdas, dan sejahtera,” pungkasnya. (why)






