Tinggal Divila Tua, Kakak Beradik Miskin Menjerit Minta Bantuan, Aparat Setempat  Malah Bilang Begini

  • Whatsapp
MEMPRIHATINKAN: Kondisi vila tua yang ditempati kakak beradik di Kampung Bobojong RT1/1, Kelurahan/Kecamatan Baros, Kota Sukabumi, Senin (10/5).

SUKABUMI — Di tengah pemerintah gencar menyalurkan berbagai bantuan khususnya untuk warga terdampak pandemi Covid-19. Namun, bantuan itu tidak pernah dirasakan Abdul Rohman (40) dan Nunung (26) warga Kampung Bobojong RT (1/1), Kelurahan/Kecamatan Baros.

Padahal, sudah hampir empat tahun kaka beradik ini menempati Vila tua di sekitar daerah setempat dan karena keterbatasan ekonomi keduanya sehari-hari kadang hanya bisa memakan ubi.

Bacaan Lainnya

Dari informasi yang dihimpun Radar Sukabumi, Abdul Rohman sudah mengurus vila dan kebun tersebut sudah hampir puluhan tahun. Namun, pemilik vila tidak bisa memberikan upah dan sebagai imbalannya Abdul diperbolehkan menempati vila dan memanfaatkan kebunnya untuk bertani.

“Ya, saya sudah lama mengurus vila dan mengurus kebun di sini. Dan sudah hampir empat tahun lebih tinggal di vila bersama adik saya,” kata Abdul kepada Radar Sukabumi, Senin (10/5).

Sejauh ini, Abdul tidak memiliki pekerjaan tetap dan hanya kuli serabutan sehingga penghasilannya pun tidak menentu. “Ya, mau bagai mana kondisinya memeng seperti ini, saya tidak memiliki penghasilan tetap. Kalau ada yang makan, kalau tidak ada ya mau bagai mana. Untuk makan saya memanfaatkan ubi, bahkan bisa sampai empat hari tidak makan nasi,” lirihnya.

Abdul mengaku, selama tinggal di Kampung Bobojong tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah setempat. “Bantuan dari pemerintah belum pernah dapat, memang saya sebelumnya tidak menetap di kampung kadang bekerja di luar. Tapi, sudah empat tahun saya di sini belum ada bantuan. Sekarang saya mau tetap disini karena tidak punya rumah,” imbuhnya.

Setelah ada salah seorang dari komunitas kemanusiaan yang memposting kondisi keberadaan kaka beradik di Vila tua ini, Lurah Baros Budi Ruswandi dan Camat Baros H.R. Samiarto langsung melakukan pengecekan ke lokasi untuk memastikan keberadaanya.

“Semua tau itu dari media sosial tapi informasinya tidak semua benar, harusnya memang mekanisme bagai mana mengupload bahasa kurang pas. Ya terimakasih ACT sudah peduli terhadap daerah kami sehingga perlu di ketahui yang bersangkutan orang Cisaat sudah jelas KTP nya. Ini bukan warga asli. Dan ini bukan gubuk biasa, ini vila jadi dia hanya tinggal sebagai penggarap daerah setempat vila ini miliknya orang Bandung,” ungkap Camat Baros H.R. Samiarto.

Samiarto menambahkan, Pemerintah Kecamatan Baros sudah koordinasi dengan pihak RT dan RW dari jauh untuk melakukan pengecekan warga yang perlu membutuhkan bantuan pemerintah. “Data mana yang tidak mampu, mana yang tidak punya rumah kita cek. Jadi apa yang di informasikan melalui media sosail tidak benar 100 persen, Kami bukan tidak mau disalahkan tapi realitanya kan ini beresiko terhadap pemerintah kelurahan maupun kecamatan yang dianggap tidak peduli terhadap masyarakat. di sini KK nya terdapat. Tapi yang bersangkutan tidak ada di sini, sehingga RT tidak sempat memonitor secara rutin sementara kalau warga asli seharusnya lapor ke RT,” cetusnya.

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *