KOTA SUKABUMI – Tiga Kelurahan di Kota Sukabumi masuk dalam indikator rawan pangan. Dari tiga Keluarahan tersebut dua diantaranya berada di wilayah Kecamatan Lembursitu dan sisanya berada di kelurahan Limusnunggal.
“Kalau berdasarkan atlas keadaan pangan, memang ada tiga Keluarahan di kita yang tergolong rawan pangan,”ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Sukabumi Andri Setiawan saat memberikan Bantuan Penanganan Daerah Rawan Pangan (PDRP) dari Provinsi Jabar, di Aula Kelurahan Situmekar Kota Sukabumi, Kamis (26/3).
Dijelaskanya, penyebab ketiga wilayah tersebut masuk dalam rawan pangan, dikarenakan ada beberapa faktor. Diantaranya, daya beli mereka rendah, kondisi tempat tinggal, dan masa usia belajar.”Ada sekitar 13 komponen ciri-ciri rawan pangan, salah satunya tadi itu daya belinya,”katanya.
Andri mengatakan, ketiga wilayah tersebut jauh-jauh hari sudah diajukan untuk mendapatkan bantuan. Namun, bantuan pangan tahun ini hanya 150 Kepala Keluarga (KK) yang diberikan bantuan lewat PDRP tersebut.
” Ke 150 KK tersebut yang mendapatkan PDRP itu, tidak tersentuh oleh program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Bantuan Beras Sejahtera Daerah (Rastrada),”akunya.
Ke 150 KK yang menerima ini tambah Andri, kebanyakan dari masyarakat usia lanjut, petani dan buruh lepas. Lanjut Andri jika bantuan daerah rawan pangan bagi masyarakat sangat perlu diperhatikan baik pemerintah daerah atau pun pusat, karena sangat dibutuhkan untuk kelangsungan hidup.
“Kalau tidak. Ini akan dapat menjadi pemicu terjadinya bertambahnya masalah rawan pangan. Apalagi di Kota Sukabumi ada 3 kelurahan menjadi kategori rawan pangan,”pungkas. (bal)






