Soal Bansos di Kota Sukabumi, Mahasiswa Minta Kejari Turun Tangan

Himpunan Mahasiswa Asal Sukabumi
Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Himasi saat melakukan orasi di depan Gedung Kejari Kota Sukabumi, Kamis (9/6).

SUKABUMI — Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Asal Sukabumi (Himasi), mendatangi kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Sukabumi, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Gunungparang, Kecamatan Cikole, Kamis (9/6).

Kedatangan mahasiswa tersebut, mempertanyakan kasus Bantuan Sosial (Bansos) yang diduga melibatkan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (PDPRD) Kota Sukabumi.

Bacaan Lainnya

Koordinator aksi, Danial Fadhilah mengatakan, mahasiswa menanyakan kejelasan status kasus tersebut. Jika ada indikasi pelanggaran hukum, mahasiswa meminta siapa yang harus bertanggungjawabnya.

“Kajari (Kepala Kejaksaan Negeri) harus menjelaskan status kasus tersebut bukan hanya ke mahasiswa tapi kepada masyarakat karena kasus ini menyangkut masyarakat banyak,” kata Danial kepada wartawan, Kamis (9/6).

Lanjut Danial, kasus tersebut sudah lama dalam penanganan pihak Kejari Kota Sukabumi. “Kejari lamban dalam penanganam kasus tersebut. Jika pada akhirnya tidak ada penjelasan dari pihak Kejari jadi wajar kami bilang Kejari tidak serius dalam menangani kasus korupsi di Kota Sukabumi,” tegasnya.

Sementara itu, Kasi Intelijen Kejari Kota Sukabumi, Arif Wibawa menjelaskan, terkait tuntutan para mahasiswa, Kejari Kota Sukabumi pastikan semua laporan maupun akan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku.

“Pada prinsipnya kami tetap eksis dalam rangka tugas kami dalam penegakkan hukum. Apa yang tadi disampaikan mahasiswa kepada kami, hingga saat ini kami masih melakukan pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket) dan pengumpulan data. Kami akan sampaikan kesimpulannya setelah proses Pulbaket,” jelasnya.

Jika ada bukti baru, sambung Arif, Kejari akan menerima dengan tangan terbuka agar kasus tersebut bisa segera diselesaikan.

“Namun, Kejari belum bisa menerangkan lebih lanjut kasus tersebut dikarenakan menurut Undang Undang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP) jika masih dalam pulbaket dan puldata tidak bisa menjelaskan kepada publik,” pungkasnya. (bam/radar sukabumi)

Himpunan Mahasiswa Asal Sukabumi
Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Himasi saat melakukan orasi di depan Gedung Kejari Kota Sukabumi, Kamis (9/6).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan