KOTA SUKABUMI

Sasar Pelajar SD, Dinkes Kota Sukabumi Segera Berikan Vaksin HPV

×

Sasar Pelajar SD, Dinkes Kota Sukabumi Segera Berikan Vaksin HPV

Sebarkan artikel ini
Vaksin HPV Dinkes Kota Sukabumi
Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kota Sukabumi drg. Wita Darmawanti

SUKABUMI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi, bakal kembali menggencarkan pemberian vaksin human papillomavirus (HPV) untuk siswa perempuan kelas 5 SD. Pasalnya, pada tahun sebelumnya pemberian vaksin kurang optimal karena terkendala pandemi COVID-19.

Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kota Sukabumi drg. Wita Darmawanti mengatakan, vaksin HPV akan diberikan sekaligus bersamaan dengan Bulan Imunisasi Nasional Anak (Bias).

Bank bjb Tandamata

“Pada saat pandemi kita belum melaksanakan imunisasi anak sekolah dengan sempurna seperti tahun-tahun sebelumnya,” kata Wita kepada wartawan, Jumat (4/8).

Sebelum, COVID-19 Dinkes memberikan layanan Bias dengan target sesuai yang diberikan pemerintah pusat. Tetapi ketika pandemi pada 2020-2021 sempat terhambat sehingga cakupan imunisasi rendah.

“Ditakutkan kalau cakupan imunisasinya rendah bahkan mungkin ada yang sama sekali tidak tercapai. Kalau sudah begitu resiko kita adalah KLB (kejadian luar biasa) penyakit (padahal) bisa dicegah melalui imunisasi,” ujarnya.

Menurutnya, imunisasi dan vaksin HPV ini rencananya akan diberikn kepada anak sekolah kelas 1 hingga kelas 5. Bagi siswa kelas 1 dan 2 diberikan vaksin jenis measles rubella, difteri dan tetanus. Sedangkan, siswa kelas 5 ditambah dengan vaksin HPV dan emberian vaksin HPV ini baru pertama kali diadakan di Kota Sukabumi.

“Untuk yang kelas 5 ditambah dengan HPV atau Human Papilloma Virus, itu yang baru dikerjakan di Kota Sukabumi, kalau di kota lain sudah dilakukan mulai 2016 silam,” bebernya.

Menurutnya, pemberian vaksin itu merujuk pada SKB 4 Menteri yaitu Kemendikbud, Kemenag, Kemendagri dan Kemenkes. Pihaknya meminta agar guru dapat menyampaikan pentingnya vaksinasi atau imunisasi bagi anak-anak.

“Kemudian selain itu, juga kami berharap targetnya akan tercapai ya, meningkat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya walaupun di tahun 2022 ini sebenarnya sudah mulai meningkat dibandingkan dengan tahun 2020 2021. Angkanya di atas 90 persen tapi cukup susah juga ternyata kalau pengen 100 persen,” tutupnya. (bam)