“Kegiatan ini sebagai bentuk kampanye terhadap keberadaan lingkungan Sungai Cimandiri yang sudah dipandang kritis,”ujarnya.
Sementara itu, Stage Manager Aliansi Pelestari Lingkungan, Joey Nirwana menjelaskan, pertunjukan kali ini mencoba menampilkan teater yang mengkontemplasikan antara kegalauan kita tentang alam lingkungan yang “Memprotes” manusia-manusia yang merusaknya. Lalu bergeliat untuk menemukan keseimbangannya kembali.
“Untuk itu, komunitas perlu melakukan kampaye tentang “Jaga lembur” untuk alam yang asri sesuai ekosistem daerahnya masing-masing,”paparnya.
Dalam kegiatan tersebut tampak hadir Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Dispora) Kota Sukabumi, Adang Taufik. Dirinya mengapresiasi kegiatan tersebut, pasalnya kegiatan ini merupakan dalam rangka untuk menfasilitasi para seniman dalam melestarikan budaya serta untuk mendorong tempat-tempat pariwisata di Kota Sukabumi.
“Saya apresiasi sekali kepada pihak penyelenggara, kegiatan ini menjadi wadah untuk mengembangkan kreatifitas komunitas-komunitas kreatif ini, sekaligus sebagai promosi tempat-tempat pariwisata khususnya pemandian air panas di Cikundul,” tandasnya.(Cr17/t).





