Rumah Warga Kelurahan Tipar Kota Sukabumi Nyaris Ambruk

Rutilahu Tipar Kota Sukabumi
Kondisi rumah milik Yadi Suryadi (52) warga Jalan Tipar, Kampung Cisarua RT2/4, Kelurahan Tipar, Kecamatan Citamiang Kota Sukabumi.

CITAMIANG – Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kota Sukabumi, nempaknya belum merata. Ironisnya lagi, tidak jauh dari pusat kota masih ada rumah yang jauh dari kata layak. Misalnyan saja, rumah milik Yadi Suryadi (52) warga Jalan Tipar, Kampung Cisarua RT2/4, Kelurahan Tipar, Kecamatan Citamiang.

Kondisi dalam rumah seluas 60 meter persegi itu, sungguh memprihatinkan. Pasalnya, selain kondisinya terlihat kumuh juga pelapon rumah nyaris ambruk. Tak ayal, setiap turun hujan dengan intensitas tinggi kerap menghantui pemilik rumah.

Bacaan Lainnya

“Saya hidup berdua denganibu saya yang sudah lanjut usia (Lansia). Keseharian saya hanya pengangguran, tidak bekerja karena kondisi kurang bisa melihat. Di tambah saya harus mengurus ibu yang sudah berusia 90 tahun,” ungkap Yadin kepada wartawan, Jumat (24/5).

Karena tidak bekerja, lanjut Yadi, maka keluarga mengalami kesulitan perekonomian termasuk untuk melakukan renovasi rumah. “Jangankan untuk memperbaiki rumah, untuk biaya keseharian saja kami mengalami kesulitan,” ucapnya.

Yadi tak menyangkal, jika setiap turun hujan kerap terjadi banjir karena kondisi atap rumah sudah lapuk hingga nyaris ambruk. “Ya, kalau turun hujan sering terjadi banjir. Selain itu, saya pun khawatir atap rumah ambruk. Tapi mau bagaimana, untuk kondisi saat ini sepertinya tidak bisa melakukan perbaikan rumah. Jadi hanya bisa bertahan di sini aja,” timpalnya.

Sebab itu, Yadi berharap, adanya uluran bantuan perbaikan rumah dari Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan. “Semoga dapat bantuan dari pemerintah untuk melakukan perbaikan rumah kami. Karena jujur kami was-was dengan kondisi rumah seperti ini,” harapnya.

Menyikapi hal itu, Penjabat (Pj) Wali Kota Sukabumi Kusmana Hartadji menerangkan, Pemkot Sukabumi bakal segera mengucurkan bantuan perbaikan Rutilahu tersebut. “Rutilahi ini mudah-mudahan bisa diperubahan (Anggaran Perubahan red*) karena aga luas,” terangnya.

Kusmana menjelaskan, pasca hujan deras sekitar Oktober 2023, bantuan dan lain-lain dari Dinsos, Baznas, DKP3 dan BPBD sudah dilaksankan khususnya terkait dengan kondisi perbaikan rumah. “Karena di kelurahan yang sama ada tiga titik memerlukan pembanguanan kembali pasca bencana. Pada alokasi anggaran murni, baru dua titik, Rutilahu ini mudah-mudahan bisa di perubahan karena luasannya agak luas,” tukasnya. (Bam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *