Sebelumnya Susatyo menjelaskan, dalam pengaman Pilkada 2018 menerjunkan sebanyak 1.000 personel gabungan yang 560 di antaranya tersebar dengan koordinator pengaman desa dan kecamatan.
“Sementara sisanya yang merupakan penebalan pengamanan akan dilengkapi dengan senjata,” tuturnya. Jika nantinya terjadi kerawanan yang menyebabkan kerusuhan pihaknya sudah menyiapkan langkah jitu untuk meredamnya, dengan diawali tindakan preventif.
“Kami kedepankan langkah preventif memberikan imbauan dan sebagainya. Bila masih ada letupan pasukan backup di bawah kendali Danramil dan Kapolsek maju, berlanjut pada pasukan Yonif dan Kodim,” jelasnya.
Sejauh ini, pihaknya telah mewaspadai 11 potensi kerawanan saat pencoblosan berlangsung. Sehingga ia meminta pada jajarannya untuk tetap waspada melakukan pemantauan terhadap potensi teror. “Waspada terhadap sinyalemen pihak-pihak yang ingin memberikan kesan Pilkada tidak aman, Pilkada gagal,” tukasnya.
(cr16/(cr17/e)



