Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi, Punjul Saepul Hayat, memberikan apresiasi tinggi terhadap acara yang digagas oleh pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) pada hari ini. Menurutnya, acara tersebut sangat bermanfaat dan relevan dalam upaya mentransformasi pendidikan di era modern.
“Acara yang digagas oleh pengurus PGRI hari ini sangat bagus sekali. Transformasi pendidikan dengan tuntutan agar guru harus adaptif terhadap perubahan dan teknologi digital memang penting, namun itu tidak berarti kita harus melepaskan diri dari akar budaya asli,” ujar Punjul saat diwawancarai Radar Sukabumi, kemarin.
Punjul menekankan bahwa salah satu warisan budaya Indonesia yang perlu dilestarikan adalah pantun. Pantun, sebagai bagian dari kearifan lokal, memiliki peran penting dalam menjaga identitas budaya Indonesia di tengah arus globalisasi yang semakin kuat.
“Kami berharap para guru, sebagai teladan di satuan pendidikan, mampu menularkan semangat berkarya. Ini adalah bagian dari kemampuan literasi yang sangat penting untuk ditanamkan kepada siswa. Selain itu, penting juga untuk menjadi pengingat bagi kita semua agar tidak melupakan seni budaya Indonesia di tengah perkembangan teknologi dan globalisasi saat ini,” tambahnya.
Ia berharap melalui kegiatan ini dapat menjadi momentum bagi para guru untuk semakin berperan aktif dalam menjaga warisan budaya, sembari terus berinovasi dan mengikuti perkembangan teknologi digital. (wdy)






